Wednesday, April 4, 2012

Evaluasi, Pengukuran, dan Penilaian di PAUD

Evaluasi, Pengukuran, dan Penilaian di PAUD

Penilaian pendidikan prasekolah (usia dini) dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan tentang kedudukan program pendidikan prasekolah (usia dini) yang dilaksanakan. Sedangkan secara lengkap batasan dari penilaian pendidikan prasekolah (usia dini) dapat didefinisikan sebagai suatu upaya dan proses memilih, mengumpulkan, serta menafsirkan informasi tentang posisi program maupun anak, baik terkait dengan pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, perubahan serta kemampuan yang menjangkau berbagai aspek (bidang pengembangan) melalui cara-cara yang benar, tepat, akurat, terencana dan sistematis pada dimensi proses maupun hasil; sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan kriteria yang semestinya, yaitu tidak merugikan, sesuai tujuan dan nilai sebagaimana yang telah ditetapkan.



Prinsip-prinsip Penilaian sebagai berikut:
1) berbasis/orientasi/fokus pada perkembangan.
2) menyeluruh/komprehenship.
3) mendidik/edukatif.
4) berkesinambungan.
5) obyektif.
6) kebermaknaan.
7) alat dan caranya sahih (valid) dan terpercaya/ handal (reliable).
8) penilaian harus dikaitkan dan sesuai dengan program.
9) hasil penilaian harus dimanfaatkan untuk kepentingan anak,
10) penilaian harus mengakui perbedaan individual anak baik kemampuan maupun tipe belajarnya,
11) Penilaian harus mencakup seluruh aspek perkembangan anak (fisik, sosial, emosi, kognitif, bahasa, dan motorik),
12) penilaian melibatkan observasi yang teratur dan periodik dari anak dalam berbagai keadaan yang menggambarkan tingkah laku anak setiap saat,
13) penilaian didasarkan pada prosedur yang menggambarkan kegiatan anak secara khusus dan menolak pendekatan yang menempatkan anak dalam situasi yang dibuat-buat (artificial).

Aplikasi asesmen dalam PAUD
Proses evaluasi dalam PAUD, yaitu pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses anak menhasilkan karya tersebut (Grace dan Shore, 1991;Kumano, 2002). Asesmen tidak digunakan untuk mengukur suatu keberhasilan suatu program tetapi untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar anak. Dalam aplikasinya di PAUD asesmen tersebut tidak dilakukan di kelas pada akhir program atau akhir tahun tetapi dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Dengan cara misalnya, saat anak bermain, mengambar, atau dari karya yang dihasilkan. Dengan asesmen guru dapat mengetahui bakat,minat, kelebihan,dan kelemahan anak.Guru bersama orang tua siswa dapat memberi bantuan belajar yang tepat untuk anak sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang optimal.
Komponen Asesmen yaag dipantau terdiri dari semua aspek perkembangan anak, yaitu:
1. Perkembangan Fisik Motorik (kasar/ halus)
2. Perkembangan Kognitif/ Intelektual
3. Pekembangan Moral dan Sosial
4. Perkembangan Emosional
5. Perkembangan Bahasa dan Seni
Kegiatan pengamtan dapat dilakukan melalui berbagai teknik pengamatan, yaitu:
1. Narative observation yaitu catatan hasil observasi.
2. Anecdotal Record yaitu catatan yang dianggap lucu.
3. Running Record yaitu catatan cepat atau uraian singkat.
4. Time sampling yaitu sampel waktu atau kejadian.
5. check list yaitu laporan yang berupa daftar chek.

Asesmen digunakan untuk tujuan sebagai berikut:
 Untuk mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual, dan sebagainya.
 Untuk diagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah belajar pada anak.
 Untuk memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak, dalam hal ini untuk mengetahui apakah anak membutuhkan pelayanan khusus.’
 Untuk membuat perencanaan program (curriculum planning), dalam hal ini asesmen digunakan untuk memodifikasi kurikulum, menentukan metodelogi, dan memberikan umpan balik (fedback).
 Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan pada anak.
 Untuk kajian penelitian
Adapun secara spesifik, tujuan asesmen perkembangan adalah sebagai berikut:
 Memberikan informasi perkembangan spesifik
 Membantu guru menetapkan tujuan dan merencanakan program
 Mendapat profil anak (guru dan orang tua)
 Bermanfaat untuk diagnosa anak berkebutuhan khusus sehingga dapat dibuat program pendidikan individual dan lyanan untuk keluarga.
 Evaluasi keberhasilan program, dan lain-lain
Sementara itu, tujuan asesmen untuk bayi dan batita adalah untuk menentukan apakah anak berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya ataukah mengalami hambatan sehingga membutuhkan intervensi.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment