Sunday, April 1, 2012

SILABUS PAUD


SILABUS PAUD

07:59 | KBM Paud

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Anak usia dini (3-6 tahun) bukan sekedar manusia muda yang tidak berdaya bila tidak mendapatkan bantuan orang dewasa sekelilingnya, melainkan individu yang memiliki potensi luar biasa yang dikaruniai Allah SWT sejak dalam kandungan dan dibawanya hingga lahir. Potensi ini muncul menjadi kompetensi manakala mendapatkan perawatan makanan, kesehatan, perhatian, kasih sayang dan pendidikan yang memadai.
Kesinambungan perawatan dan pendidikan untuk anak usia dini menjadi yang sangat penting. Berdasarkan penemuan para pakar pendidikan dan ahli dibidang perkembangan otak dikatakan bahwa usia dini merupakan masa emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian anak selanjutnya. Pada masa tersebut, perkembangan jaringan sel-sel otak berlangsung sangat cepat, 80% kecerdasan IQ, EQ dan SQ ditentukan selama kurun usia dini. Optimalisasi perkembangan tersebut dimungkinkan apabila adanya lingkungan yang kondusif dan berkelanjutan dalam memberikan rangsangan fisik, kognitif, pembentukan perilaku yang mencukupi kebutuhan perkembangan anak.
Sesuai fitrah yang digariskan dalam ajaran Islam, bahwa mendidik anak dan mengasuh anak adalah salah satu tugas utama orang tua. Namun demikian, karena berbagai kendala ayah bunda tak bisa sepenuhnya mendidik anaknya secara langsung. Oleh karena itu tanpa mengurangi tugas utama orang tua, dibutuhkan "pihak lain" sebagai "pengganti sementara" yang mengasuh/membimbing/mendidik secara profesional sehingga anak terpenuhi kebutuhan perawatan, perhatian, kasih sayang dan keteladanannya.
Peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa dari aspek moral, mental agama (akhlak mulia), fisik, sosial dan emosional, maka Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong berusaha memberikan layanan pengasuhan dan pendidikan berdasarkan ajaran Islam. Hal ini dilakukan semata-mata didasarkan pada kesadaran bahwa anak adalah amanah Allah SWT yang harus dididik agar menjadi insan yang MAS (menyembah Allah SWT semata, menjadi anak shaleh dan menyambung akrab silaturahmi) untuk kejayaan agama, keluarga dan bangsa.
Untuk kebutuhan pemaksimalan program pendidikan pada PAUD Al-Fathonah, maka disusunlah panduan pelaksanaan model pendidikan keislaman yang bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional.


B.    Landasan Hukum
1.    Konsep dasar pemikiran Qur'ani (KDPQ)
"Perhatikanlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, "Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kedzaliman yang besar".(QS 31.12).
2.    Konsep diri pribadi Rasulullah (KDPR)
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam / tunduk kepada Allah saja) maka kedua orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani atau Najusi" (HR. Bukhari Muslim)
3.    Konsep diri perilaku Islami (KDPI)
"Sebaik-baik kamu ialah yang belajar dan mengajar Al-Qur'an"
(Al-Hadist)
4.    Amandemen UUD 1945 Pasal 31
5.    UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak
6.    PP No. 36 tahun 1990 tentang Rativikasi Konvensi Hak-Hak Anak
7.    PP No. 73 tahun tentang Pendidikan Luar Sekolah
8.    Keputusan Menteri Sosial RI No. 47 tahun 1993 tentang Pendidikan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak
9.    Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 18/U/1993 tentang Penyelengaraan, Pendidikan pada Bermain Kelompok Bermain dan Penitipan Anak.
10.    UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
11.    UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003
C.    Tujuan
Tujuan disusunnya Panduan Pelaksanaan Pendidikan PAUD Al-Fathonah sebagai berikut :
1.    Panduan untuk memaksimalkan pencapaian program pendidikan pada PAUD Al-Fathonah Segedong.
2.    Membantu orang tua/pendidik untuk mampu mengasuh anak sendiri.
3.    Memudahkan pada pembimbingan/pengasuh dalam membimbing anak didiknya kearah yang diidamkan orang tuanya serta diinginkan masyarakat peduli kesejahteraan anak bangsa yang diridhoi Allah SWT.


D.    Sasaran Pengguna
Panduan pelaksanaan pendidikan PAUD Al-Fathonah digunaka oleh :
1.    Pendidik dan calon pendidik PAUD Al-Fathonah
2.    Masyarakat yang mengelola atau akan mengembangkan program PAUD.
3.    Orang tua anak usia dini.
4.    Pihak lain/petugas yang membina program PAUD.


E.    Pengertian
Pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah adalah tempat pendidikan anak yang menitik beratkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak usia dini (3-6 tahun).






BAB II
PANDUAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
AL-FATHONAH


A.    Pengantar
Pendidikan adalah urat nadinya manusia, sebab tanpa pendidikan jiwa intelektualitas serta tamaddun (kebudayaan) tidak akan tumbuh dan berkembang. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan bahwa pendidikan dapat dilaksanakan melalui jalur pendidikan, non formal dan informal. Ketika jalur tersebut berjalan seiring dan saling menunjang.


B.    Fungsi
Sebagai wadah membina kesejahteraan anak usia dini (PAUD) dalam menopang kebahagiaan keluarga dini didunia dan akherat.


C.    Sasaran
PAUD Al-Fathonah melayani pengasuhan dan pendidikan untuk anak usia 3-6 tahun dengan pengelompokan sebagai berikut :
1.    Tiga – Empat tahun
2.    Lima – Enam tahun


D.    Penyelenggaraan
PAUD Al-Fathonah Segedong diselenggarakan oleh PKBM Cendana Segedong.


E.    Pendidik
Tenaga pendidik pada PAUD AL-Fathonah Segedong diupayakan memenuhi ketentuan :
1.    Pendidikan formal sekurang-kurangnya SLTA.
2.    Telah mendapatkan pelatihan tenaga pendidik dan pengelola program PAUD yang terkait dengan kebijakan Depdiknas.
3.    Sehat jasmani dan rohani.
4.    Memiliki konsep diri perilaku Islami yang patut diteladani.
Tugas pokok dan fungsi pengasuh/pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong adalah :
1.    Membahagiakan anak Dunia Ukhrowi.
2.    Membiasakan anak beraqidah tauhid beribadah Islami berakhlaq mulia.
3.    Mengasuh anak dengan meneladani Rasulullah secara asih asah asuh.


F.    Program
PAUD AL-Fathonah Segedong melayani pendidikan dari pukul 07.30 – 09.30 yang merujuk pada pedoman pendidikan anak yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Jadwal kegiatan harian secara umum mencakup : bermain dan belajar bersama.
Pola pengasuhan yang dikembangkan pada PAUD AL-Fathonah Segedong bersifat menyeluruh, disesuaikan dengan tahap perkembangan dan usia anak. Lingkungan belajar diusahakan mencerminkan kegiatan dirumah. Dengan demikian diharapkan anak tumbuh dan berkembang dengan memiliki kepribadiannyang didambakan setiap orang tua. Kemandirian, kemampuan sosialisasi dan penanaman moral keagamaan merupakan fokus pertimbangan disamping ketrampilan dan kreatifitas. Karena itu PAUD AL-Fathonah mengutamakan para pendidik dan pengasuh handal yang memahami kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak.


G.    Waktu Kegiatan
Pada PAUD Al-Fathonah Segedong anak masuk sekolah setiap hari Senin sampai dengan hari Kamis kecuali hari libur.






BAB III
KEGIATAN PEMBELAJARAN PAUD AL-FATHONAH SEGEDONG


A.    Fokus Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
Pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong memfokuskan kepada 3 (tiga) sasaran pencerahan dan kecerdasan yakni :
1.    Mengenal Allah SWT
Mengenal dan menyadari adanya Allah SWT yang maha pengasih dan ciptaannya. Anak dibawa untuk mengenal sifat Allah SWT dan mengasihi-Nya serta menyayangi makhluk ciptaan Allah SWT dilingkungannya. Untuk itu anak dibimbing dan diarahkan mengembangkan aqidah, ibadah dan akhlak mulia (Hablun min Allah dan Hablun minnan nas).
2.    Mengenal sesama manusia
Mampu bersosialisasi dengan seorang manusia, bertanggungjawab dan mandiri. Sesuai dengan tuntutan moral agama dan budaya bangsa (adat ketimuran).
3.    Mengenal lingkungan
Pencerahan kecerdasan untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat proses belajar "trial and error" mengamati, menyentuh, meraba, merasa benda disekitarnya, tahu manfaatnya dan terampil menggunakannya melalui kegiatan belajar dan bermain.


B.    Pendekatan Dalam Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
1.    Berorientasi pada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik.
2.    Belajar melalui bermain dengan menggunakan strategi metode dan media yang menarik sedangkan materi yang diberikan berdasarkan pada penanaman aqidah Islam.
3.    Kreatif dan inovatif dengan memberikan keleluasaan kepada anak untuk bereksploratif sehingga membangkitkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru.
4.    Menyediakan lingkungan yang kondusif yakni memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan tahap perkembangan.
5.    Menggunakan pembelajaran terpadu yakni dengan mengangkat tema yang menarik bagi anak (Centre of Interest) sehingga dalam setiap kegiatan memungkinkan teroptimalisasinya potensi kecerdasan majemuk (Multiple Intellegence).
6.    Menggunakan berbagai media dan alat peraga Konkrit sesuai dengan tahap berpikir anak dan diangkat dari potensi lingkungan setempat.
7.    Sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga setiap anak yang memiliki keunikan dan karateristik yang berbeda dapat dilayani secara individual didalam kelompok.


C.    Peran Pendidik Dalam Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
Pendidik berperan sebagai :
1.    Uswatun Hasanah (teladan yang baik)
Anak belajar dengan cara melihat dan meniru apa yang ditampilkan oleh orang dewasa disekelilingnya. Dalam rangka pembentukan moral dan akhlak mulia dalam bidang kecerdasan, moral, spiritual dan emosional, sosial dan intelektual, pendidik harus mampu memberikan keteladanan.
2.    Fasilisator
Yang menyediakan keperluan anak selama proses belajar melalui bermain. Baik keperluan alat main, bahan main, maupun lingkungan main. Penyediaan bahan dan alat main yang beragam / variatif serta lingkungan yang kondusif dapat membangun imajinasi dan kreatifitas anak.
3.    Pengasuh / pembimbing yang penuh asih dan asuh
Dengan memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan anak usia dini sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang Sisdiknas dan diridhoi Allah SWT.
4.    Teman bermain anak
Yang memberikan waktu dan dukungan sesuai dengan kebutuhan bermain anak. Teman bermain dimaksud memberi dukungan saat anak memahami konsep baru, atau memberi penjelasan setahap demi setahap saat anak tidak memiliki pemahaman tentang kegiatan main. Dengan demikian keberadaan pendidik dapat memperkuat pengalaman positif anak.
5.    Sebagai peneliti
Yang senantiasa mengamati perkembangan anak dan memahami kebutuhan perkembangan anak.


D.    Dukungan Untuk Kegiatan Anak
1.    Tersedianya material (alat permainan) dan bahan yang cukup dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Alat dan bahan main ditata sedemikian rupa sehingga penempatannya mudah dijangkau, diambil dan dikembalikan lagi oleh anak.
2.    Terjaminnya kebebasan bagi anak untuk berkomunikasi dengan anak lainnya dan pendidikan dalam suasana kekeluargaan, saling menghormati dan menyayangi.
3.    Terjaminnya kebebasan bagi anak untuk dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan keinginannya.
4.    Tersedianya waktu yang cukup untuk anak melakukan eksplorasi dengan alat, bahan main serta benda lainnya yang ada disekitar tempat kegiatan, sepanjang tidak membahayakan keselamatan anak.
5.    Terjaminnya lingkungan kegiatan yang aman dengan perhatian dan kasih sayang dari pada anak didik.


E.    Metode Yang Digunakan PAUD Al-Fathonah Segedong
Metode yang dianjurkan adalah Uswatun Hasanah (keteladanan yang baik) melalui 7 (tujuh) aktivitas, melatih anak untuk berbuat (Learning by Doing) melalui bermain (Learning by Playing) dengan tahapan sebagai berikut :
1.    Mendengarkan
2.    Menatap
3.    Menirukan
4.    Mengucapkan
5.    Menceritakan
6.    Melakukan
7.    Mensyukuri
Tujuh aktivitas ini disesuaikan dengan potensi dan kompetensi yang akan dikembangkan.


F.    Perencanaan Kegiatan Pembelajaran (PKP)
Perencanaan pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dilakukan oleh para pendidik PAUD Al-Fathonah Segedong. Perencanaan dikembangkan dengan mengacu pada pencapaian optimalisasi potensi anak dengan dilandasi pada nilai-nilai Islami.
Perencanaan pendidikan PAUD Al-Fathonah Segedong disusun secara berjenjang dalam bentuk :
1.    SKS (satuan kegiatan semester)
2.    SKB (satuan kegiatan bulanan)
3.    SKP (satuan kegiatan pekanan)
4.    SKH (satuan kegiatan harian) untuk SKH diperlukan usaha :
a.    Merancang skenario pembelajaran, tata letak, ruang, alat dan sebagainya.
b.    Memilih metode yang cocok (dianjurkan sekali skenario pemebelajaran 2 hingga 3 metode)
c.    Memanfaatkan alam sekitar sebagai sarana pembelajaran.


G.    Penilaian
1.    Tujuan penilaian mendapatkan perkembangan anak didik secara rutin, berkala dan berkesinambungan serta menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan serta perkembangan anak didik.
2.    Prinsip penilaian
a.    Untuk mengetahui baik proses maupun hasil semua aspek perkembangan anak.
b.    Berkesinambungan
c.    Objektif dengan memperhatikan perbedaan individu.
d.    Memperhatikan segi-segi pendidikan yang membuat rasa puas dan rasa bersyukur sehingga anak bahagia.
e.    Hasil yang dicapai harus bermakna
3.    Cara penilaian
a.    Mengamati / observasi
b.    Mencatat (anekdot record)
c.    Mengumpulkan hasil kerja anak / tingkah laku sehari-hari (portofolio)
4.    Pelaporan
Pelaporan hasil perkembangan anak dilakukan per-semester atau sewaktu-waktu bila ada masalah serius.
5.    Tindak lanjut
Hasil penilaian digunakan untuk perbaikan dan pengayaan anak didik.
Selain hal tersebut diatas orang tua / pengasuh dan penentu kebijakan dapat merancang perbaikan metode mengasuh anak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan.


H.    Aspek Perkembangan Kemampuan Dasar dan Kompetensi Yang Ingin Dicapai
1.    Perkembangan Aqidah ditujukan untuk :
-    Mengenal dan percaya kepada Allah SWT.
-    Mengenal Nabi Muhammad SAW melalui cerita / qishash dalam Al-Qur'an dan hadist.
-    Mengenal malaikat dan tugas-tugasnya.
-    Mengenal Al-Qur'an sebagai kitab suci firman Allah SWT.
-    Percaya adanya kehidupan akhirat (hidup sesudah mati)
-    Mengucapkan 2 kalimat syahadat.
-    Mampu mengucapkan kalimat thayyibah.
-    Mengenal nama-nama shalat fardhu.
-    Mengetahui jumlah rakaat shalat fardhu.
-    Senang dan ikhlas mengikuti shalat berjamaah.
-    Melatih diri khusyu' dalam shalat.
-    Mengenal kegiatan shaum bulan Ramadhan.
-    Mengenal hari besar Islam.
-    Bisa berwudhu sebelum shalat den menjaga kebersihan.
-    Bisa bersyukur kepada Allah SWT
2.    Perkembangan Ibadah
-    Bisa mengucapkan do'a untuk kedua orang tua.
-    Bisa berdo'a sebelum makan dan berdo'a setelah makan.
-    Bisa berdo'a sebelum tidur dan bangun tidur.
-    Bisa mengucapkan do'a keluar rumah
-    Bisa mengucapkan do'a kebaikan dunia akhirat.
-    Bisa berdo'a sebelum belajar dan sesudah belajar.
-    Bisa mengucapkan istighfar ketika bersalah.
-    Bisa berinfak dan bersedekah.
-    Bisa mengenl huruf hijaiyah.
-    Bisa mengucapkan huruf hijaiyah dengan fasih dan benar.
-    Bisa mengucapkan dengan fasih dan hafal surah Al-Fatihah
-    Bisa mengucapkan surah Al-Ikhlas
-    Bisa mengucapkan surah Al-Falaq
-    Bisa mengucapkan surah An-Nas
-    Bisa mengucapkan dengan fasih dan hafal surah Al-Ashr
3.    Perkembangan Akhlaq Mulia (PAM)
-    Terbiasa dan senang mengucapkan salam.
-    Terbiasa menjawab salam
-    Terbiasa memulai sesuatu kegiatan dengan do'a "Basmallah"
-    Senang meniru kebiasaan / akhlaq Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari
-    Senang dan ikhlas mambagi sesuatu dengan teman dan bersedekah
-    Terbiasa dan senang mengucapkan terima kasih
-    Terbiasa dan senang meminta maaf bila salah
-    Terbiasa dan senang bersikap sopan dan santun
-    Terbiasa dan senang mengikuti tata tertib sekolah
-    Terbiasa dan senang berbicara jujur
-    Terbiasa dan senang berpakaian sesuai anak laki-laki / perempuan
-    Terbiasa dan senang mengungkapkan masalahnya dengan ucapan dari pada bahasa badan
-    Terbiasa dan senang menolong teman yang memerlukan
-    Terbiasa dan senang memberi sedekah / infaq
4.    Perkembangan Berbahasa (PB)
-    Bisa mengenal identitas diri sendiri misalnya nama, agama, alamat tempat tinggal, orang tua dan jenis kelamin.
-    Bisa mendengar dan mengucapkan syair dan lagu
-    Bisa bercerita dengan melihat gambar
-    Bisa menyebut sebanyak-banyaknya nama benda disekitarnya
-    Bisa menyebut manfaat benda-benda tersebut
-    Bisa menyebut benda dengan huruf awal vokal
-    Bisa mengucap vokal dengan benar
-    Bisa menjawab pertanyaan
-    Bisa mengikuti perintah sederhana 1 sampai 2 kali sekaligus
-    Bisa mengenal kata posisi
-    Bisa bercerita lancar
-    Bisa memperagakan gerakan sederhana
-    Bisa mendengarkan cerita
-    Bisa menjawab pertanyaan dengan pola SPO
5.    Perkembangan Kognitif / Pesona Pikir (PP) berhitung dan IPA
-    Bisa menyebut urutan bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa mengenal lambang bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa mengenal konsep bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa menyebut 3 warna dasar
-    Bisa menyebut nama hari dan bulan
-    Bisa menyebut waktu / keadaan : pagi, siang, sore, malam
-    Bisa menyusun puzzle
-    Bisa mencari jejak
-    Bisa mengenal perbedaan-perbedaan benda
-    Bisa memasangkan benda sesuai pasangannya
-    Bisa mengenal nama tumbuhan
-    Bisa mengenal nama hewan
-    Bisa mengenal ukuran : besar, kecil, tinggi, pendek
-    Bisa mengenal bentuk geografis
-    Bisa mengamati air mendidih
-    Bisa mencampur gula dan air teh / membuat teh manis
-    Bisa membuat kopi
-    Bisa mengamati proses air membeku bila didinginkan
-    Bisa mengamati es mencair bila dipanaskan
-    Bisa bermain dengan magnet positif dan negatif
-    Bisa mengamati proses menanam biji (tumbuh-tumbuhan)
-    Bisa mencampur warna dasar : merah, kuning, biru
6.    Perkembangan Keterampilan Mandiri (PKM)
-    Bisa mandi sendiri, menggunakan sabun dan shampo
-    Bisa memakai baju dalam, membua dan memakai pakaian
-    Bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok dan garpu
-    Bisa minum sendiri dengan tidak tercekik
-    Bisa menggunakan pisau dan gunting (bagi yang sudah mampu)
-    Bisa menyikat gigi sendiri
-    Bisa menyisir rambut sendiri
-    Bisa buang air besar dan buang air kecil sendiri
-    Bisa membantu menyapu
-    Bisa membantu menata dan merapikan meja makan
-    Bisa membantu merapikan tempat tidur
-    Bisa membantu membersihkan alat rumah tangga
-    Bisa membantu mencuci piring
-    Bisa membantu menyusun dan merapikan alat shalat
-    Bisa menggunakan telepon (bila ada)
-    Bisa bermain telepon (dengan kaleng bekas dan benang)
7.    Perkembangan Keterampilan Diri (PKD)
-    Bisa menarik garis datar, miring, lurus
-    Bisa meronce
-    Bisa membentuk bangunan dengan balok-balok
-    Bisa bertepuk tangan dengan bermacam pola
-    Bisa membentuk dengan tanah liat / plastik
-    Bisa memasang kancing baju sendiri
-    Bisa memakai sepatu sendiri
-    Bisa menggunting menurut pola
-    Bisa menarik garis horizontal, diagonal, vertikal
-    Bisa mengisi pola (kolase)
-    Bisa mencap
-    Bisa melipat / memakai baju sendiri
-    Bisa mengisi dan menuang benda cair kedalam wadah
-    Bisa bongkar pasang alat permainan
8.    Perkembangan Seni (PS)
-    Bisa mengikuti bernyanyi
-    Bisa menari sesuai irama musik
-    Bisa bertepuk sesuai irama
-    Bisa menyanyikan lagu anak-anak baik umum maupun khusus
-    Bisa mewarnai gambar
-    Bisa memadukan warna gambar / baju
-    Bisa menyenangi musik / lagu
-    Bisa mengucapkan syair 4 kalimat
-    Bisa mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT
-    Bisa mensyukuri keindahaan alam
9.    Perkembangan Jasmani (PJ)
-    Bisa merangkak dengan berbagai variasi
-    Bisa merayap dengan berbagai variasi
-    Bisa berjalan lurus dan mundur berbagai variasi
-    Bisa berlari variasi
-    Bisa meloncat bervariasi
-    Bisa menaiki dan menuruni tangga
-    Bisa menaiki papan titian
-    Bisa menggerakkan kepala, kaki dan tangan sesuai irama musik
-    Bisa senam sesuai contoh guru
-    Bisa melompat dengan kaki / jongkok
-    Bisa melempar dan menangkap bola
-    Bisa menendang bola
-    Bisa meniru gerak binatang, tumbuhan dan lain-lain
10.    Perkembangan Emosional dan Sosial (PES)
-    Bisa mengenal perasaan sendiri, tertawa, tersenyum, marah, sedih
-    Bisa terlatih bertanggungjawab, memimpin 2 sampai dengan 5 teman
-    Bisa membedakan milik sendiri dan orang lain
-    Bisa sabar menunggu giliran antri
-    Bisa bekerja sama dengan guru, teman dan orang lain
-    Bisa menahan tangis
-    Bisa saling membagi dengan teman
-    Bisa menolong teman yang membutuhkan
-    Bisa merasa senang dengan kelebihan orang lain jika teman berhasil
-    Bisa bersyukur jika diri sendiri berhasil
-    Bisa menunjukkan kasih sayang kepada ibu bapak
-    Bisa menunjukkan kepada saudara / teman
-    Bisa berterima kasih

MAKALAH BERMAIN SAMBIL BELAJAR MAKALAH BERMAIN SAMBIL BELAJAR


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik.
Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat.
Di seluruh dunia anak bermain. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Ada anak-anak yang bermain dengan patut, namun ada juga yang bermain ”cukup berbahaya” mereka lakukan sebagai kanak-kanak. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia.
Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya, perkembangan watak dan moralnya, serta emosional dan intelektualnya.
Pada usia ini pula, anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Oleh karena itu, masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya, utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Melalui bermain, anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas, 2006).
Seto Mulyadi (2006) psikolog anak, menjelaskan bahwa anak adalah anak, anak bukan manusia dewasa mini, karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. Dunia anak adalah dunia bermain. Pada dasarnya anak senang sekali belajar, asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian dan pokok-pokok pemikiran tersebut, maka permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Bermain sambil belajar?
2. Bagaimana proses bermain sambil belajar?

C. Tujuan Penulisan Makalah
Dari rumusan diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Mengetahui apa itu bermain sambil belajar.
2. Mengetahui proses bermain sambil belajar.
























BAB II
PEMBAHASAN
A. Jenis Kegiatan Bermain
Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers, Erikson, Piaget, Vygotsky, dan Freud, menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak, yaitu, bermain fungsional atau sensorimotor, bermain peran, dan bermain konstruktif.
Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan, baik di dalam maupun di luar ruangan, dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor.
Bermain peran disebut juga bermain simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi, atau bermain drama. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerja sama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, pengendalian diri, keterampilan spasial, afeksi, dan keterampilan kognisi. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor, antara lain; (1) cukup waktu untuk bermain, (2) ruang yang cukup, dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacam-macam adegan permainan.
Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran, yaitu bermain peran mikro dan makro. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil, misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. Sedangkan bermain peran makro, anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peran-peran tertentu sesuai dengan tema. Misalnya peran sebagai ayah, ibu, dan anak dalam sebuah rumah tangga.
Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan, baik bahan cair, maupun bahan terstruktur, seperti air, cat, krayon, playdough, pasir, puzzle, atau bahan alam lain. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. Melalui bermain pembangunan, anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor, bermain peran, serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata.
Dalam kegiatan bermain, dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi, sosial, emosi, dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair, mendapatkan kesempatan untuk menggambar, melukis, dan keterampilan awal menulis. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur, ukuran, dan warna yang berbeda, dengan spidol dan krayon, papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat.
Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis, nampan cat jari, cat dengan kuas kecil di atas meja, dan sebagainya. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu, sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai.

B. Model Pembelajaran
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di TK, dikenal beberapa model pembelajaran, misalnya model klasikal, model kelompok dengan pengaman, model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan, serta model berdasarkan berdasarkan area, dan sentra.
Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas, menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain, tetapi lebih bersifat akademik. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran, dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman, sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan, anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan.
Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak, dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. Kini, model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. Pembelajaran yang menggunakan area, dengan tersedianya banyak area, misalnya area seni, area balok, area memasak, area bermain peran, area baca-tulis, area matematika, area gerak dan musik, area pasir dan air, area IPA, dan area agama, kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra, proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam, tetapi juga didukung untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain, penataan sebelum bermain, penataan selama bermain, dan penataan setelah bermain, yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.
Dengan pengelolaan sarana bermain, kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan, membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. Selain itu, pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya, membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab, dapat membangkitkan imajinasi, serta mengembangkan kreativitas anak.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya, karena pada masa ini, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya, perkembangan watak dan moralnya, bahasa dan sosialnya. serta emosional dan intelektualnya
Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain, karena dunia anak adalah dunia bermain. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa, sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat.
Dalam implementasinya, guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. Apapun model pembelajaran yang digunakan di TK, namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang, dengan memperhatikan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. kegiatan pembelajaran harus kreatif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif, serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar, dan menggunakan pendekatan tematik.

B. SARAN
1.   Guru atau Tutor harus kreatif dalam mencari materi pembelajaran.
2.  Orang tua diharapkan memberikan panduan dan arahan anak semenjak usia dini.
2. Orang tua dan masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam pelaksanaan program PAUD.








MAKALAH BERMAIN SAMBIL BELAJAR PERMAINAN ALAM DAN DAYA EKSPLORASI ANAK


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia anak balita adalah dunia bermain. Oleh karena itu, dalam mendidik pun semua masih melalui bermain, baik itu sarana maupun prasarana. Usia 5 tahun pertama yang disebut golden age (usia emas), akan sangat menentukan bagi seorang anak. Pada usia ini, aspek kognitif, fisik, motorik, dan psikososial seorang anak berkembang secara pesat.
Oleh karena itu, diperlukan stimulasi-stimulasi yang mampu mengoptimalkan seluruh aspek tersebut agar seorang anak mampu menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya.
Salah satu cara mengoptimalkan kemampuan kognitif, fisik, motorik, dan psikososial seorang anak adalah dengan menstimulasinya. Salah satu sarana menstimulasinya adalah dengan mainan atau permainan.
Alam merupakan sarana bermain anak yang mampu meningkatkan daya eksplorasi anak. Pernahkah anda membaca biogragrafi para tokoh dan ilmuan yang mampu menemukan segala sesuatu hingga bermanfaat, baik untuk dirinya maupun orang lain? Jika biografi itu kita simak secara seksama, ternyata mereka mampu mengembangkan daya nalarnya dan mempunyai riwayat bebas bereksplorasi dengan semua hal.
Misalnya, riwayat hidup ahli matematika Steward. Ia bisa membuat rumus dengan pendekaytan yang tidak terduga. Daya pikir dan nalarnya terasah karena selalu bermain di alam. Ia bebas bereksplorasi dengansemua hal dan tidak dibatasi seperti kebanyakan anak-anak.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian dan pokok-pokok pemikiran tersebut, maka permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Permainan Alam dan Daya Eksplorasi Anak?
2. Bagaimana Permainan Alam dan Daya Eksplorasi Anak?

C. Tujuan Penulisan Makalah
Dari rumusan diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Mengetahui apa Permainan Alam dan Daya Eksplorasi Anak.
2. Mengetahui proses Permainan Alam dan Daya Eksplorasi Anak.









BAB II
PEMBAHASAN
A.  Manfaat mainan / Permainan
Berikut ini beberapa manfaat mainan/permainan bagi anak usia dini :
1.      Mengoptimalkan perkembangan fisik dan mental anak.
2.      Memenuhi kebutuhan emosi anak
3.      Mengembangkan kreatifitas dan kemampuan bahasa anak.
4.      membantu proses sosialisasi anak.
B. Kotor
      Membiarkan anak bebas bereksplorasi di alam identik membuat anak kotor karena jenis permainan dan alat bermain yang diprgunakan dapat mengakibatkan tubuh, pakaian, dan tempat bermainnya kotor dan berantakan. Alat bermainannya sendiri mencakup benda yang secara umum dianggap kotor maupun tidak kotor, misalnya, dari bedak, tanah, sampai lumpur. Tanah dan lumpur sering dipermasalahkan karena jorok. Padahal. Tanah dan sejenisnya adalah bagian dari alam yang perlu diperkenalkan pada anak. Mengapa demikian? Inilah beberapa manfaatnya :
1.      Menanamkan Nilai
Ketika menikmati keindahan alam. Orangtua bisa memasukan nilai-nilai yang dianggap penting. Misalnya, perlunya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membunuh hewan, merawat tanaman, dan sebagainya.
2.      Berekspresi Lebih Bebas
Saat berada di alam terbuka, anak bisa lebih bebas berekspresi. Ia bisa berteriak, berlari, atau melompat tampa mengalami hambatan.
3.      Memberikan Kepuasan
Kepuasan yang didapat anak dengan bermain di alam bebas tidak akan sama dibandingkan saat bermain di taman bermain, di rumah, atau di mal.
4.      Lebih Percaya Diri
Anak-anak yang terbiasa bermain di alam kan tumbuh lebih percaya diri. Misalnya, saat melihat katak di kubangan air, ia tidak akan merasa takut
5.      Eksplorasi
Manfaat utama bermain kotor-kotoran adalah memberi kesempatan pada anak untuk bereksplorasi. Berbagai hal bisa di lakukan meski dengan sarana terbatas. Ia akan merasakan, menciumi, aroma/baunya, dan meraba benda-benda yang dianggap asing. Eksplorasi yang cukup akan membuat daya nalarnya kian terasah.
6.      Latihan Motorik Halus
Membuat bermacam bentuk dari pasir basah atau adonan tepung akan melatih keterampilan tangan atau motorik halusnya.

7.      Mengasah Kepekaan
Anak akan belajar membedakan butiran pasir dengan tepung yang mengenai telapak tangannya. Sensasi berbeda ini akan terekam di memorinya, hingga suatu saat diperlukan ia tinggal me-rewind-nya.
8.      Mengasah Kreatifitas
Aneka bentuk yang dicoba dan dibuat akan mengasah kreatifitasnya. Misalnya bagaimana membuat pola telapak kaki kucing dengan menggunakan salah satu kepalan dan jari-jari tangannya di atas pasir.
9.      Rileks
Bermain kotor-kotoran jelas sangat menyenangkan. Anak akan merasa lebih relaks saat melakukannya.
       
                 
   























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi membiarkan anak bermain kotor-kotoran, berarti memberikan kesempatan padanya untuk bereksplorasi.
Nah, apakah kita siap membiarkan si kecil bermain kotor-kotoran? Mengingat manfaatnya, seyogyanya para orangtua harus berani!
  































MAKALAH
BERMAIN SAMBIL BELAJAR
PERMAINAN ALAM DAN DAYA EKSPLORASI ANAK


 











Disusun Oleh :
SYARA SARASWATI




SEKOLAH TINGGI  KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PANCA SAKTI
TAHUN 2012

MAKALAH SENI DAN IPTEK MENURUT KAJIAN ISLAMSENI DAN IPTEK MENURUT KAJIAN ISLAMSENI DAN IPTEK MENURUT KAJIAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN
1.   Latar Belakang
Dewasa ini kita sering melihat disekeliling kita, banyak saudara-saudara kita yang hidupnya serba kekurangan. Ada yang bekerja sebagai pemulung, pengemis, pengamen, dan lain-lain. Semuanya ini dapat teratasi apabila mereka memiliki ilmu yang dapat dimanfaatkan, sehingga mereka tidak lagi bekerja sebagai pemulung, pengemis, pengamen dan lain-lain sebagainya. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap umat yang ada di dunia ini, terlebih lagi bagi umat muslim.
Dalam ajaran agama islam, menuntut ilmu sangat ditekankan dalam kitab suci Al’Quran dan Al-Hadits. Orang mempunyi ilmu berbeda dengan orang yang tidak mempunyai ilmu. Orang yang mempunyai ilmu, apabila dia ingin melakukan sesuatu dia harus memikirkan dengan matang sebelum dia melakukan sesuatu. Dan orang yang memiliki ilmu juga mempunyai tujuan hidup yang jelas. Sedangkan orang tidak memiliki ilmu, apabila dia ingin melakukan sesuatu dia tidak lagi memikirkan dengan matang apa yang akan dia lakukan nantinya.
Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW, Beliau bersabda “tuntutlah ilmu walau ke negeri cina”. Begitu pentingnya sebuah ilmu sehinggan Nabi sendiri menyuruh kita untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina. Untuk mendapatkan ilmu, banyak cara yang dapat kita lakukan diantaranya dengan cara membaca, mendengarkan, melihat atau membaca situasi yang pernah kita rasakan, dan masih banyak cara lagi untuk mendapatkan ilmu.
Seni merupakan ekspresi dari jiwa seseorang yang menghasilkan sebuah budaya yang diidentik dengan keindahan. Seorang seniman sering menggunakan benda-benda yang diolah secara kreatif oleh tangan-tangan halus sehingga menghasilkan sebuah keindahan. Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah hukumnya operasi plastik menurut pandangan Islam?
2. Bagaimanakah hukum seni memainkan kuda lumping dalam Islam?
1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1.   Untuk memenuhi tugas kuliah agama islam semester genap.
2.   Untuk mengetahui hubungan antara iptek dan seni dalam agama islam.
3.   Untuk menambah wawasan pembaca mengenai berbagai hal macam hukum menurut islam dalam pengaplikasian antara iptek dan seni dalam kehidupan sehari – hari .








BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi iptek
IPTEK sebagai singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi, definisi lebih lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuh kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga menggunakan teknologi.IPTEK dalam Kehidupan Sehari-hariTanpa disadari untuk beraktifitas melakukan pekerjaan sehari-hari mulai pagi dari rumah kesekolah dan kembali kerumah, kamu menggunakan IPTEK.
Seseorang menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan teknologi seja zaman dahulu kala, seperti memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah sebagai teknologi sederhana (Aprilianti, 2011).
Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada.
Disini yang dibahas adalah iptek pada llingkungan. Pada lingkungan hidup seringkali kita menghubungkannya dengan iptek karena memang sesungguhnya lingkungan itu membutuhkan iptek untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik(Akmal, 2009).
2.2 Hubungan agama dengan teknologi bedah plastik Menurut Fawzy (2010)
Secara umum, agama Islam mengharamkan operasi plastik tanpa indikasi yang saya sebutkan di atas, yaitu yang dilakukan semata-mata untuk tujuan memamerkan keindahan belaka, karena yang demikian itu adalah perbuatan yang dilandasi atas bujuk rayu Setan.
 Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 118-119 menyatakan: .....Syaithan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaithan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata...
Cantik ialah suatu kata yang identik dengan perempuan. Siapapun perempuan itu, -dia tidak akan menolak jika dibilang cantik, terlihat cantik dan menjadi cantik. Dan untuk menjadi cantik tersebut, sebagian kaum hawa melakukan apa saja, mulai dari aktivitas standart seperti bersolek hingga aktivitas yang melibatkan peralatan canggih (dan tentunya memerlukan biaya yang sangat mahal). Kita sering menyebutnya sebagai operasi plastik atau juga face off yang saat ini marak diberitakan media. Dan kemudian bagaimana kita memandang kecantikan itu sendiri.
Islam tidak pernah melarang kita untuk menjadi cantik. Bahkan kita disunahkan senantiasa menjaga dan merawat diri kita. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW ”Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai keindahan” (HR. Imam Qurthuby dari Imam Makhul dari Aisyah ra.).
Kita diharuskan untuk memelihara kerapian dan kebersihan diri sebagai eujud rasa syukur atas apa yang sudah Allah Ar Rahman berikan. ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al A’raaf (7);31) Dari ayat di atas menunjukkan bahwa kita senantiasa untuk terlihat rapi dan bersih terutama ketika pergi ke masjid. Namun, sekalipun dalam Islam tidak ada larangan untuk menjadi cantik, bukan berarti kita bebas untuk menghalalkan segala cara untuk menjadi cantik. Cantik yang dibolehkan dalam Islam tentunya tidak diperbolehkan bertabaruj atau menampakan kecantikan sampai memalingkan perhatian kaum adam karena terpesonanya. ”dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (TQS. Al Ahzab (33):33). Sungguh tak ada yang salah dengan perawatan tubuh untuk merawat kecantikan. Yang perlu direnungkan adalah bagaimana kita menyikapi tren dan rayuan mautnya itu, lalu secara tegas berkata tidak untuk berbagai treatment yang memang tidak perlu dijalani. Hal ini penting karena perempuan sebagai kaum yang diincar oleh para pemilik kapital memang mudah dibuat tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan kondisi fisiknya (Najmahnahdiyah, 2008).
2.3 Definisi Seni
MenurutMirabiella(2008), seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. bahwa SENI adalah : SEBUAH KEINDAHAN YANG DAPAT MENGUNGKAP RASA SAMPAI JAUH KEDALAM JIWA SESEORANG Jadi apabila pernah merasakan sebuah getaran keindahan yang begitu dalam dan membuat kita tidak dapat lagi melupakannya maka artinya kita sudah dapat menangkap arti kata seni dalam arti yang sebenarnya.
Kata “seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”.Namun menurut kajian ilmu di Eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Pandangan Islam tentang seni.Seni merupakan ekspresi keindahan.Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini.Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya, dan tiada baginya sedikit pun retak-retak?” [QS 50: 6].
2.4 Kuda lumping
Seni kuda lumping lahir sebagai symbol isasibah warakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan) dalam menghadapi musuh atau pun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki balatentara. Di samping, juga sebagai media menghadirkan hiburan yang murah – meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak kesenian kuda lumping masih menjadi sebuah pertunjukan yang cukup membuat hati para penontonnya terpikat. Walaupun peninggalan budaya ini keberadaannya mulai bersaing ketat oleh masuknya budaya dan kesenian asing ketanah air, tarian tersebut masih memperlihatkan daya tarik yang tinggi.
Hingga saat ini, kita tidak tahu siapa atau kelompok masyarakat mana yang mencetuskan (menciptakan) kuda lumping pertama kali. Faktanya, kesenian kuda lumping dijumpai di banyak daerah dan masing-masing mengakui kesenian ini sebagai salah satu budaya tradisional mereka. Termasuk, disinyalir beberapa waktu lalu, diakui juga oleh pihak masyarakat Johor di Malaysia sebagai miliknya di samping Reog Ponorogo.
Fenomena mewabahnya seni kuda lumping di berbagai tempat, dengan berbagai ragam dan coraknya, dapat menjadi indicator bahwa seni budaya yang terkesan penuh magisini kembali ”naik daun” sebagai sebuah seni budaya yang patut diperhatikan sebagai kesenian asli Indonesia.
Dalam praktek sehari-harinya para seniman jaranan adalah orang-orang abangan yang masih taat kepada leluhur. Mereka masih menggunakan danyangan atau punden sebagai tenpat yang dikeramatkan. Mereka masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap roh-roh nenek moyangnya. Mereka juga masih melaksanakan praktik-praktik slametan seperti halnya dilakukan oleh orang-orang dahulu.Pada kenyataanaya seniman jaranan yang ada di kediri adalah para pekerja kasar semua. Mereka sebagian besar adalah tukang becak dan tukang kayu. Ada sebagian dari mereka yang bekerja sebagai sebagai penjual makanan ringan disepanjang jalan Bandar yang membujur dari utara ke selatan.
2.5 Pandangan agama terhadap kesenian kuda lumping
Kesenian kuda lumping merupakan kesenian rakyat tradisional Jawa sebagai salah satu unsur kebudayaan peninggalan nenek moyang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dimana eksistensinya mengandung nilai-nilai keindahan/ estetika. Karena didalamnya terdapat berbagai macam unsur-unsur seni, diantaranya seni tari, seni musik, seni vokal dan sebagainya. Paguyuban seni kuda lumping "Sedyo Rukun" yang berada di dusun Ngasem desa Pageruyung kecamatan Pageruyung kabupaten Kendal Jawa Tengah merupakan salah satu kelompok kesenian kuda lumping yang masih eksis hingga saat ini.
Dalam setiap pementasannya paguyuban ini ternyata juga menyajikan nyanyian syair/lagu dalam bahasa Jawa bernafaskan Islam serta mengandung moral-moral keislaman apabila dilihat dari makna yang terkandung, selain itu terdapat juga unsur-unsur berupa alat musik gamelan Jawa dan bentuk tari-tarian yang indah dan mengandung makna-makna tersirat yang terwujud melalui simbol-simbol tertentu. Sehingga kesenian kuda lumping ini tidak hanya menyenangkan jika disaksikan, tetapi lebih dari itu yaitu menyangkut makna-makna religius yang terkandung didalamnya. Karena dalam Islam dijelaskan bahwa keindahan harus mengandung akhlak yang Islami.
Dan perlu di garis bawahi bahwa dalam membicarakan keindahan pasti akan ditemukan seni. Sehingga akan menarik apabila dikaji tentang makna estetika Islam yang tekandung dalam salah satu kesenian tradisional masyarakat Jawa, yaitu kesenian kuda lumping. Selain sebagai media perlawanan seni Kuda Lumping juga dipakai oleh para ulama sebagai media dakwah, karena kesenian Kuda Lumping merupakan suatu kesenian yang murah dan cukup digemari oleh semua kalangan masyarakat, seperti halnya Sunan Kalijogo yang menyebarkan Islam atau dakwahnya lewat kesenian Wayang Kulit dan Dandang Gulo, beliau dan para ulama jawa juga menyebarkan dakwahnya melalui kesenian-kesenian lain yang salah satunya adalah seni kudalumping. Sifat dari para tokoh yang diperankan dalam seni tari kuda lumping merupakan pangilon atau gambaran dari berbagai macam sifat yang ada dalam diri manusia. Para seniman kuda lumping memberikan isyarat kepada manusia bahwa didunia ini ada sisi buruk dan sisi baik, tergantung manusianya tinggal ia memilih sisi yang mana, kalau dia bertindak baik berarti dia memilih semangat kuda untuk dijadikan motifsi dalam hidup, bila sebaliknya berarti ia memlih semangat dua tokoh berikutnya yaitu Barongan dan Celengan atau babi hutan.
Banyak orang yang salah paham dalam memaknai seni Kuda lumping, mereka beranggapan bahwa para pelaku seni kuda lumping adalah pemuja roh hewan seperti roh kuda, anggapan itu adalah salah, simbul kuda disini hanya diambil semangatnya untuk memotifsi hidup, sama halnya dengan seporter sepak bola di Indonesia, di kota Malang misalnya, mereka menganggap bahwa dirinya adalah Singo Edan, seporter bola di Surabaya mereka menamakan dirinya Bajol Ijo, bahkan Negara Indonesia sendiri menggunakan sosok hewan sebagai lambang Negara yaitu seekor burung Garuda, yang kesemuanya itu adalah nama-nama hewan, jadi merupakan hal yang salah bila kesenian Kuda Lumping dianggab kelompok kesenian yang mendewakan hewan.
Sekelompok orang juga beranggapan bahwa kesenian Kuda Lumping dengan dengan kemusyrikan karena identik dengan kesurupan atau kalap, kemenyan, dupa dan bunga bungaan, anggapan bahwa kuda lumping dekat dengan kemusyrikan adalah tidak benar, justru para pelaku seni Kuda Lumping berusaha mengingatkan manusia bahwa di dunia ini ada dua macam alam kehidupan, ada alam kehidupan nyata dan alam kehidupan Gaib hal ini telah dijelaskan dalam Alqur`an surat Anas dan manusia wajib untuk mengimaninya. Fenomena kalap atau kesurupan bisa terjadi dimana saja dan dapat menimpa siapa saja, baik dikalangan arena Kuda Lumping maupun tempat-tempat formal seperti Sekolahan atau Pabrik, hal itu tergantung pada kondisi fisik dan Psikologis individu yang bersangkutan, sedangkan kemenyan, dupa dan bunga-bungaan tidak lebih dari sekedar wewangian yang tidak pernah dilarang dalam Islam bahkan dianjurkanpenggunaanya.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.  Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada.
2.   Menurut pandangan dalam Islam mengenai operasi plastik yaitu
a)   Jika dengan tujuan untuk pengobatan seperti luka bakar, kecelakaan dan cacat sejak lahir. Maka, hukumnya mubah.Berdasarkan dalil dibawah ini : - Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a, dari Nabi Saw. berliau pernah bersabda, “Tidak lah Allah Swt. menurunkan wabah/penyakit kecuali Allah Swt. juga menurunkan obat penwarnya”(H.R. Bukhari) [iii]
b) Dengan tujuan memperindah / mempercantik bentuk tubuh diantaranya Diantaranya adalah operasi telinga, dagu, hidung, perut, payudara, pantat (maaf) dengan ditambah, dikurang atau dibuang, dengan keinginan agar terlihat cantik. Adapun operasi ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah berumur tua, dengan menarik kerutan diwajah, lengan, pantat, tangan, atau alis. Hal tersebut berdasarkan sebagai berikut : “Allah berfirman (“Allah telah melaknatnya. setan berkata, “sungguh akan kutarik bagian yang ditentukan dari hamba-hamabaMu. dan sungguh akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitlan angan-angan kosong mereka, dan aku suruh mereka memotong telinga binatang ternak lalu mereka benar-benar memotongnya, dan aku akan suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar merobahnya. dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung maka sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang nyata”.
3)  Hukum seni kuda lumping yaitu mubah eksistensinya mengandung nilai-nilai keindahan/ estetika. Karena didalamnya terdapat berbagai macam unsur-unsur seni, diantaranya seni tari, seni musik, seni vokal dan sebagainya. Akan tetapi menurut jumhur ulama’ menyatakan bahwa hukum seni kuda lumping adalah haram. Karena didalamnya terdapat unsure syirik seperti memanggil roh – roh.
3.2 Saran
1.   Disarankan para mahasiswa menambah lagi wawasan dari berbagai referensi. Karena didalam makalah ini hanya mengacu dari berbagai sumbe saja.
2.   Untuk di kemudian hari, dalam pembuatan makalah seharusnya bisa didukung dari sumber yang autentik dan akurat seperti kitab – kitab para ulama’ dan pakar – pakar hadits.