Sunday, April 1, 2012

Karakteristik Anak Usia Dini”.


KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan kepada kami berupa makalah dengan judul “Karakteristik Anak Usia Dini”.
Dalam penyusunan makalah ini kami yakin masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharap kepada para pendidik khususnya dan para pembaca umumnya untuk memberikan saran dan kritik, dalam rangka penyempurnaan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Hanya kepada Allah SWT kami memohon semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Pandeglang,  09 Oktober 2011


Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................       i
Daftar Isi...........................................................................................................      ii

BAB I       :   PENDAHULUAN.....................................................      1
1.1.             Latar Belakang.............................................................      1
1.2.            Tujuan Pembahasan...................................................      1

BAB II      :   PEMBAHASAN.......................................................      2
2.1.            Pentingnya Memahami Anak Usia Dini.................      2
2.2.           Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini........      3
2.3.           Kondisi Yang Mempengaruhi Anak Usia Dini.......      6
2.4.           Pola Perkembangan Anak Usia Dini........................      7
2.5.            Cara Belajar Anak Usia Dini......................................      9

BAB III    :   PENUTUP................................................................    11
                        Kesimpulan...............................................................................     11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.           Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini sangat penting bagi di perguruan tinggi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan pendidikan anak usia dini akan tercipta keserasian hubungan antara siswa dengan guru.
Di samping itu kami mengambil judul karakteristik anak usia dini karena kami ingin tahu lebih mendalam karakteristik anak usia dini mulai dari umur 0 – 6 tahun.

1.2.          Tujuan Pembahasan
a.      Menjelaskan pentingnya memahami anak usia dini.
b.      Menjelaskan karakteristik perkembangan anak usia dini.
c.       Menjelaskan kondisi yang mempengaruhi anak usia dini.
d.      Menjelaskan pola perkembangan anak usia dini.
e.      Menjelaskan cara belajar anak usia dini.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.          Pentingnya Memahami Anak Usia Dini
Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, sosial, moral dan sebagainya. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Sebab masa kanak-kanak adalah masa pembentukan pondasi dan masa kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. Sedemikian pentingnya usia tersebut maka memahami karakteristik anak usia dini menjadi mutlak adanya bila ingin memiliki generasi yang mampu mengembangkan diri secara optimal.
Pengalaman yang dialami anak pada usia dini akan berpengaruh kuat terhadap kehidupan selanjutnya. Pengalaman tersebut akan bertahan lama. Bahkan tidak dapat terhapuskan, walaupun bisa hanya tertutupi. Bila suatu saat ada stimulasi yang memancing pengalaman hidup yang pernah dialami maka efek tersebut akan muncul kembali walau dalam bentuk yang berbeda.
Beberapa hal menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik a anak usia dini. Sebagian dari alasan tersebut dapat diuraikan sebagaimana berikut :
a.      Usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu perlu pendidikan dan pelayanan yang tepat.
b.      Pengalaman awal sangat penting, sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya, disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Oleh karena itu perlu pemberian pengalaman awal yang positif.
c.       Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa, dibanding dengan sepanjang usianya. Bahkan usia 0 – 8tahun mengalami 80% perkembangan otak dibanding sesudahnya. Oleh karena itu perlu stimulasi fisik dan mental.

Ada banyak hal yang diperoleh dengan memahami karakteristik anak usia dini antara lain :
a.      Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya.
b.      Mengetahui tugas-tugas perkembangan anak sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.
c.       Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
d.      Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.
e.      Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuan.

2.2.         Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini
Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :
a.      Usia 0 – 1 tahun
Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain :
1.       Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.
2.      Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya.
3.      Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.
Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya.
b.      Usia 2 – 3 tahun
Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2 – 3 tahun antara lain :
1.       Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan.
2.      Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran.

3.      Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan.
c.       Usia 4 – 6 tahun
Anak usia 4 – 6 tahun memiliki karakteristik antara lain :
1.       Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar.
2.      Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu.
3.      Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hl itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.
4.      Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama.
d.      Usia 7 – 8 tahun
Karakteristik perkembangan anak usia 7 – 8 tahun antara lain :
1.       Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. Artinya anak sudah mampu berpikir analisis dan sintesis, deduktif dan induktif.
2.      Perkembangan sosial anak mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya.
3.      Anak mulai menyukai permainan sosial. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi.
4.      Perkembangan emosi anak sudah mulai berbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil.

2.3.         Kondisi Yang Mempengaruhi Anak Usia Dini
Banyak hal yang dapat mempengaruhi kondisi anak usia dini, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a.      Faktor bawaan
b.      Faktor lingkungan
Pertama, faktor bawaan adalah faktor yang diturunkan dari kedua orangtuanya, baik yang bersifat fisik maupun psikis. Faktor bawaan lebih dominan dari pihak ayah daripada ibu atau sebaliknya. Faktor ini tidak dapat direkayasa oleh orangtua yang menurunkan. Dan hanya ditentukan oleh waktu satu detik, yaitu saat bertemunya sel sperma dan ovum. Oleh karena itu, saat ovulasi merupakan saat paling berharga untuk sepanjang hidup manusia, karena pada saat itulah diturunkan sifat bawaan yang akan terbawa sepanjang usia manusia.
Kedua, faktor lingkungan yaitu faktor yang berasal dari luar faktor bawaan, meliputi seluruh lingkungan yang dilalui oleh anak. Lingkungan dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu lingkungan dalam kandungan dan lingkungan di luar kandungan.
Lingkungan dalam kandungan sangat penting bagi perkembangan anak. Karena perkembangan janin dalam kandungan mengalami kecepatan luar biasa, lebih cepat 200.000 kali dibanding perkembangan sesudah lahir. Oleh karena itu lingkungan yang positif dalam kandungan akan berpengaruh positif bagi perkembangan janin, demikian juga sebaliknya.

Lingkungan di luar kandungan, juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak usia dini. Sebab anak menjadi bagaimana seorang anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Lingkungan luar kandungan dibedakan menjadi tiga hal yaitu :
a.      Lingkungan keluarga, yaitu lingkungan yang dialami anak dalam berinteraksi dengan anggota keluarga baik interaksi secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan keluarga khususnya dialami anak usia 0 – 3 tahun. Usia ini menjadi landasan bagi anak untuk melalui proses selanjutnya.
b.      Lingkungan masyarakat atau lingkungan teman sebaya. Seiring bertambahnya usia, anak akan mencari teman untuk berinteraksi dan bermain bersama. Kondisi teman sebaya turut menentukan bagaimana anak jadinya.
c.       Lingkungan sekolah. Pada umumnya anak akan memasuki lingkungan sekolah pada usia 4 – 5 tahun atau bahkan yang 3 tahun. Lingkungan di sekolah besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Sekolah yang baik akan mampu berperan secara baik dengan memberi kesempatan dan mendorong anak untuk mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuan yang sesungguhnya.

2.4.         Pola Perkembangan Anak Usia Dini
Perkembangan setiap anak memiliki pola yang sama, walaupun kecepatannya berbeda. Setiap anak mengikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatannya sendiri. Sebagian anak berkembang dengan tertib tahap demi tahap, langkah demi langkah. Namun sebagian yang lain mengalami kecepatan melonjak. Di samping itu ada juga yang mengalami penyimpangan atau keterlambatan. Namun secara umum setiap anak berkembang dengan mengikuti pola yang sama. Beberapa pola tersebut antara lain :

a.      Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik mengikuti hukum perkembangan yang disebut cephalocaudaldan proximodistal. Hukum cephalocaudal menyatakan bahwa perkembangan dimulai dari kepala kemudian menyebar ke seluruh tubuh sampai ke kaki. Sedangkan hukum proximodistal menyatakan bahwa perkembangan bergerak dari pusat sumbu ke ujung-ujungnya atau dari bagian yang dekat sumbu pusat tubuh ke bagian yang lebih jauh.
b.      Perkembangan bergerak dari tanggapan umum menuju ke tanggapan khusus
Bayi pada awal perkembangan memberikan reaksi dengan menggerakkan seluruh tubuh. Semakin lama ia akan mampu memberikan reaksi dalam bentuk gerakan khusus. Demikian seterusnya dalam hal-hal lain.
c.       Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan
Proses perkembangan diawali dari bertemunya sel sperma dan ovum yang disebut ovulasi, dan terus secara berkesinambungan hingga kematian. Kadang perlahan, kadang cepat, kadang maju terus, kadang sejenak mundur. Satu tahap perkembangan menjadi landasan bagi tahap perkembangan selanjutnya. Tidak ada pengalaman anak yang sia-sia atau hilang terhapus. Hanya tertutupi oleh pengalaman-pengalaman berikutnya.
d.      Terhadap periode keseimbangan dan tidak keseimbangan
Setiap anak mengalami periode dimana ia merasa bahagia, mudah menyesuaikan diri dan lingkungannya pun bersikap positif terhadapnya. Namun juga ada masa ketidakseimbangan yang ditandai dengan kesulitan anak untuk menyesuaikan diri, sulit diatur, emosi negatif dan sebagainya. Pola tersebut bila digambarkan ibarat spiral yang bergerak melingkar dengan jangka waktu kurang lebih 6 bulan, hingga akhirnya anak menemukan ketenangan dan jati diri.
e.      Terhadap tugas perkembangan yang harus dilalui anak dari waktu ke waktu
Tugas perkembangan adalah sesuatu yang harus dilakukan atau dicapai oleh anak berdasarkan tahap usianya. Tugas perkembangan bersifat khas, sesuai dengan tuntutan dan ukuran yang berlaku di masyarakat. Misalnya bayi lahir dia akan melaksanakan tugas perkembangan berguling, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, bermain dan seterusnya. Kualitas dan kuantitas tugas perkembangan antara satu daerah berbeda dengan daerah lain.

2.5.         Cara Belajar Anak Usia Dini
Anak pada usia dini (0 – 8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Khususnya pada masa kanak-kanak awal. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Lingkungan lah yang kadang menjadikan anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. Bahkan seringkali lingkungan mematikan keinginannya untuk bereksplorasi.
Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Secara garis besar dapat diuraikan cara belajar anak usia dini mulai dari awal perkembangan.
a.      Usia 0 – 1 tahun
Anak belajar dengan mengendalikan kemampuan panca inderanya. Yakni pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan perasa. Secara bertahap panca indera anak difungsikan lebih sempurna. Hingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan mengarahkan seluruh panca indera. Hal itu nampak pada aktivitas anak memasukkan segala macam benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses belajar.

b.      Usia 2 – 3 tahun
Anak melakukan proses belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Ia memperhatikan apa saja yang ada di lingkungannya untuk kemudian ditiru. Jadi cara belajar anak yang utama pada usia ini adalah meniru. Meniru segala hal yang ia lihat dan ia dengar. Selain itu perkembangan bahasa anak pada usia tersebut sudah mulai berkembang. Anak mengembangkan kemampuan berbahasa juga dengan cara meniru.
c.       Usia 4 – 6 tahun
Kemampuan bahasa anak semakin baik. Begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Anak akan menanyakan apa saja yang ia saksikan. Pertanyaan yang tiada putus. Saat demikian kognisi anak berkembang pesat dan keinginan anak untuk belajar semakin tinggi. Anak belajar melalui bertanya dan berkomunikasi.
d.      Usia 7 – 8 tahun
Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. Walau demikian proses perkembangan anak masih terus berlanjut. Anak melakukan proses belajar dengan cara yang semakin kompleks. Ia menggunakan panca inderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. Anak mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara luas. Hal itu menjadi bagian dari proses belajar anak.




BAB III
P E N U T U P

Kesimpulan
1.       Pentingnya memahami anak usia dini mempunyai 3 alasan yaitu usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, pengalaman awal sangat penting, dan perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa.
2.      Karakteristik perkembangan anak usia dini secara lebih rinci akan diuraikan sebagai berikut : usia 0 – 1 tahun, usia 2 – 3 tahun, usia 4 – 6 tahun, usia 7 – 8 tahun.
3.      Kondisi yang mempengaruhi anak usia dini secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu faktor bawaan dan faktor lingkungan.
4.      Pola perkembangan anak usia dini dibagi menjadi 5 yaitu : perkembangan fisik, perkembangan bergerak dari tanggapan umum menuju tanggapan khusus, perkembangan berlangsung secara berkesinambungan, terdapat periode keseimbangan dan ketidakseimbangan, dan terdapat tugas perkembangan yang harus dilalui anak dari waktu ke waktu.
5.      Cara belajar anak usia dini mulai dari usia 0 – 1 tahun, usia 2 – 3 tahun, usia 4 – 6 tahun dan usia 7 – 8 tahun.

KEPUSTAKAAN

    Bruse, Tina, Early Childhood Education, London : Holder & Stoughton, 1987.
    Depdikbud, Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-Kanak, 1994.
    Ebbeck, Marjory Ann, Early Childhood Education, Melbourne : Longman Cheshire, 1991.
    Hurlock, Elizabeth B., Perkembangan Anak, Jilid I dan Ikan Mas,
Jakarta : Erlangga, 1992.
    Makalah Seminar, Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini di Ambarukmo Palace Hotel Yogyakarta, 24 September 1998.
    Padmonodewo, Soemiarti, Buku Ajar Pendidikan Pra Sekolah, Depdikbud, Dirjen Dikti.
    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1990, Tentang Pendidikan Pra Sekolah.
    Sholehuddin, M. Drs. Konsep Dasar Pendidikan Pra Sekolah, IKIP Bandung, 1997.
    Sudjud, Aswarni, Konsep Pendidikan Pra Sekolah, FIP IKIP Yogyakarta, 1997.



SILABUS PAUD


SILABUS PAUD

07:59 | KBM Paud

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Anak usia dini (3-6 tahun) bukan sekedar manusia muda yang tidak berdaya bila tidak mendapatkan bantuan orang dewasa sekelilingnya, melainkan individu yang memiliki potensi luar biasa yang dikaruniai Allah SWT sejak dalam kandungan dan dibawanya hingga lahir. Potensi ini muncul menjadi kompetensi manakala mendapatkan perawatan makanan, kesehatan, perhatian, kasih sayang dan pendidikan yang memadai.
Kesinambungan perawatan dan pendidikan untuk anak usia dini menjadi yang sangat penting. Berdasarkan penemuan para pakar pendidikan dan ahli dibidang perkembangan otak dikatakan bahwa usia dini merupakan masa emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian anak selanjutnya. Pada masa tersebut, perkembangan jaringan sel-sel otak berlangsung sangat cepat, 80% kecerdasan IQ, EQ dan SQ ditentukan selama kurun usia dini. Optimalisasi perkembangan tersebut dimungkinkan apabila adanya lingkungan yang kondusif dan berkelanjutan dalam memberikan rangsangan fisik, kognitif, pembentukan perilaku yang mencukupi kebutuhan perkembangan anak.
Sesuai fitrah yang digariskan dalam ajaran Islam, bahwa mendidik anak dan mengasuh anak adalah salah satu tugas utama orang tua. Namun demikian, karena berbagai kendala ayah bunda tak bisa sepenuhnya mendidik anaknya secara langsung. Oleh karena itu tanpa mengurangi tugas utama orang tua, dibutuhkan "pihak lain" sebagai "pengganti sementara" yang mengasuh/membimbing/mendidik secara profesional sehingga anak terpenuhi kebutuhan perawatan, perhatian, kasih sayang dan keteladanannya.
Peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa dari aspek moral, mental agama (akhlak mulia), fisik, sosial dan emosional, maka Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong berusaha memberikan layanan pengasuhan dan pendidikan berdasarkan ajaran Islam. Hal ini dilakukan semata-mata didasarkan pada kesadaran bahwa anak adalah amanah Allah SWT yang harus dididik agar menjadi insan yang MAS (menyembah Allah SWT semata, menjadi anak shaleh dan menyambung akrab silaturahmi) untuk kejayaan agama, keluarga dan bangsa.
Untuk kebutuhan pemaksimalan program pendidikan pada PAUD Al-Fathonah, maka disusunlah panduan pelaksanaan model pendidikan keislaman yang bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional.


B.    Landasan Hukum
1.    Konsep dasar pemikiran Qur'ani (KDPQ)
"Perhatikanlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, "Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kedzaliman yang besar".(QS 31.12).
2.    Konsep diri pribadi Rasulullah (KDPR)
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam / tunduk kepada Allah saja) maka kedua orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani atau Najusi" (HR. Bukhari Muslim)
3.    Konsep diri perilaku Islami (KDPI)
"Sebaik-baik kamu ialah yang belajar dan mengajar Al-Qur'an"
(Al-Hadist)
4.    Amandemen UUD 1945 Pasal 31
5.    UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak
6.    PP No. 36 tahun 1990 tentang Rativikasi Konvensi Hak-Hak Anak
7.    PP No. 73 tahun tentang Pendidikan Luar Sekolah
8.    Keputusan Menteri Sosial RI No. 47 tahun 1993 tentang Pendidikan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak
9.    Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 18/U/1993 tentang Penyelengaraan, Pendidikan pada Bermain Kelompok Bermain dan Penitipan Anak.
10.    UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
11.    UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003
C.    Tujuan
Tujuan disusunnya Panduan Pelaksanaan Pendidikan PAUD Al-Fathonah sebagai berikut :
1.    Panduan untuk memaksimalkan pencapaian program pendidikan pada PAUD Al-Fathonah Segedong.
2.    Membantu orang tua/pendidik untuk mampu mengasuh anak sendiri.
3.    Memudahkan pada pembimbingan/pengasuh dalam membimbing anak didiknya kearah yang diidamkan orang tuanya serta diinginkan masyarakat peduli kesejahteraan anak bangsa yang diridhoi Allah SWT.


D.    Sasaran Pengguna
Panduan pelaksanaan pendidikan PAUD Al-Fathonah digunaka oleh :
1.    Pendidik dan calon pendidik PAUD Al-Fathonah
2.    Masyarakat yang mengelola atau akan mengembangkan program PAUD.
3.    Orang tua anak usia dini.
4.    Pihak lain/petugas yang membina program PAUD.


E.    Pengertian
Pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah adalah tempat pendidikan anak yang menitik beratkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak usia dini (3-6 tahun).






BAB II
PANDUAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
AL-FATHONAH


A.    Pengantar
Pendidikan adalah urat nadinya manusia, sebab tanpa pendidikan jiwa intelektualitas serta tamaddun (kebudayaan) tidak akan tumbuh dan berkembang. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan bahwa pendidikan dapat dilaksanakan melalui jalur pendidikan, non formal dan informal. Ketika jalur tersebut berjalan seiring dan saling menunjang.


B.    Fungsi
Sebagai wadah membina kesejahteraan anak usia dini (PAUD) dalam menopang kebahagiaan keluarga dini didunia dan akherat.


C.    Sasaran
PAUD Al-Fathonah melayani pengasuhan dan pendidikan untuk anak usia 3-6 tahun dengan pengelompokan sebagai berikut :
1.    Tiga – Empat tahun
2.    Lima – Enam tahun


D.    Penyelenggaraan
PAUD Al-Fathonah Segedong diselenggarakan oleh PKBM Cendana Segedong.


E.    Pendidik
Tenaga pendidik pada PAUD AL-Fathonah Segedong diupayakan memenuhi ketentuan :
1.    Pendidikan formal sekurang-kurangnya SLTA.
2.    Telah mendapatkan pelatihan tenaga pendidik dan pengelola program PAUD yang terkait dengan kebijakan Depdiknas.
3.    Sehat jasmani dan rohani.
4.    Memiliki konsep diri perilaku Islami yang patut diteladani.
Tugas pokok dan fungsi pengasuh/pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong adalah :
1.    Membahagiakan anak Dunia Ukhrowi.
2.    Membiasakan anak beraqidah tauhid beribadah Islami berakhlaq mulia.
3.    Mengasuh anak dengan meneladani Rasulullah secara asih asah asuh.


F.    Program
PAUD AL-Fathonah Segedong melayani pendidikan dari pukul 07.30 – 09.30 yang merujuk pada pedoman pendidikan anak yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Jadwal kegiatan harian secara umum mencakup : bermain dan belajar bersama.
Pola pengasuhan yang dikembangkan pada PAUD AL-Fathonah Segedong bersifat menyeluruh, disesuaikan dengan tahap perkembangan dan usia anak. Lingkungan belajar diusahakan mencerminkan kegiatan dirumah. Dengan demikian diharapkan anak tumbuh dan berkembang dengan memiliki kepribadiannyang didambakan setiap orang tua. Kemandirian, kemampuan sosialisasi dan penanaman moral keagamaan merupakan fokus pertimbangan disamping ketrampilan dan kreatifitas. Karena itu PAUD AL-Fathonah mengutamakan para pendidik dan pengasuh handal yang memahami kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak.


G.    Waktu Kegiatan
Pada PAUD Al-Fathonah Segedong anak masuk sekolah setiap hari Senin sampai dengan hari Kamis kecuali hari libur.






BAB III
KEGIATAN PEMBELAJARAN PAUD AL-FATHONAH SEGEDONG


A.    Fokus Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
Pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Fathonah Segedong memfokuskan kepada 3 (tiga) sasaran pencerahan dan kecerdasan yakni :
1.    Mengenal Allah SWT
Mengenal dan menyadari adanya Allah SWT yang maha pengasih dan ciptaannya. Anak dibawa untuk mengenal sifat Allah SWT dan mengasihi-Nya serta menyayangi makhluk ciptaan Allah SWT dilingkungannya. Untuk itu anak dibimbing dan diarahkan mengembangkan aqidah, ibadah dan akhlak mulia (Hablun min Allah dan Hablun minnan nas).
2.    Mengenal sesama manusia
Mampu bersosialisasi dengan seorang manusia, bertanggungjawab dan mandiri. Sesuai dengan tuntutan moral agama dan budaya bangsa (adat ketimuran).
3.    Mengenal lingkungan
Pencerahan kecerdasan untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat proses belajar "trial and error" mengamati, menyentuh, meraba, merasa benda disekitarnya, tahu manfaatnya dan terampil menggunakannya melalui kegiatan belajar dan bermain.


B.    Pendekatan Dalam Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
1.    Berorientasi pada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik.
2.    Belajar melalui bermain dengan menggunakan strategi metode dan media yang menarik sedangkan materi yang diberikan berdasarkan pada penanaman aqidah Islam.
3.    Kreatif dan inovatif dengan memberikan keleluasaan kepada anak untuk bereksploratif sehingga membangkitkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru.
4.    Menyediakan lingkungan yang kondusif yakni memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan tahap perkembangan.
5.    Menggunakan pembelajaran terpadu yakni dengan mengangkat tema yang menarik bagi anak (Centre of Interest) sehingga dalam setiap kegiatan memungkinkan teroptimalisasinya potensi kecerdasan majemuk (Multiple Intellegence).
6.    Menggunakan berbagai media dan alat peraga Konkrit sesuai dengan tahap berpikir anak dan diangkat dari potensi lingkungan setempat.
7.    Sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga setiap anak yang memiliki keunikan dan karateristik yang berbeda dapat dilayani secara individual didalam kelompok.


C.    Peran Pendidik Dalam Pembelajaran PAUD Al-Fathonah Segedong
Pendidik berperan sebagai :
1.    Uswatun Hasanah (teladan yang baik)
Anak belajar dengan cara melihat dan meniru apa yang ditampilkan oleh orang dewasa disekelilingnya. Dalam rangka pembentukan moral dan akhlak mulia dalam bidang kecerdasan, moral, spiritual dan emosional, sosial dan intelektual, pendidik harus mampu memberikan keteladanan.
2.    Fasilisator
Yang menyediakan keperluan anak selama proses belajar melalui bermain. Baik keperluan alat main, bahan main, maupun lingkungan main. Penyediaan bahan dan alat main yang beragam / variatif serta lingkungan yang kondusif dapat membangun imajinasi dan kreatifitas anak.
3.    Pengasuh / pembimbing yang penuh asih dan asuh
Dengan memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan anak usia dini sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang Sisdiknas dan diridhoi Allah SWT.
4.    Teman bermain anak
Yang memberikan waktu dan dukungan sesuai dengan kebutuhan bermain anak. Teman bermain dimaksud memberi dukungan saat anak memahami konsep baru, atau memberi penjelasan setahap demi setahap saat anak tidak memiliki pemahaman tentang kegiatan main. Dengan demikian keberadaan pendidik dapat memperkuat pengalaman positif anak.
5.    Sebagai peneliti
Yang senantiasa mengamati perkembangan anak dan memahami kebutuhan perkembangan anak.


D.    Dukungan Untuk Kegiatan Anak
1.    Tersedianya material (alat permainan) dan bahan yang cukup dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Alat dan bahan main ditata sedemikian rupa sehingga penempatannya mudah dijangkau, diambil dan dikembalikan lagi oleh anak.
2.    Terjaminnya kebebasan bagi anak untuk berkomunikasi dengan anak lainnya dan pendidikan dalam suasana kekeluargaan, saling menghormati dan menyayangi.
3.    Terjaminnya kebebasan bagi anak untuk dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan keinginannya.
4.    Tersedianya waktu yang cukup untuk anak melakukan eksplorasi dengan alat, bahan main serta benda lainnya yang ada disekitar tempat kegiatan, sepanjang tidak membahayakan keselamatan anak.
5.    Terjaminnya lingkungan kegiatan yang aman dengan perhatian dan kasih sayang dari pada anak didik.


E.    Metode Yang Digunakan PAUD Al-Fathonah Segedong
Metode yang dianjurkan adalah Uswatun Hasanah (keteladanan yang baik) melalui 7 (tujuh) aktivitas, melatih anak untuk berbuat (Learning by Doing) melalui bermain (Learning by Playing) dengan tahapan sebagai berikut :
1.    Mendengarkan
2.    Menatap
3.    Menirukan
4.    Mengucapkan
5.    Menceritakan
6.    Melakukan
7.    Mensyukuri
Tujuh aktivitas ini disesuaikan dengan potensi dan kompetensi yang akan dikembangkan.


F.    Perencanaan Kegiatan Pembelajaran (PKP)
Perencanaan pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dilakukan oleh para pendidik PAUD Al-Fathonah Segedong. Perencanaan dikembangkan dengan mengacu pada pencapaian optimalisasi potensi anak dengan dilandasi pada nilai-nilai Islami.
Perencanaan pendidikan PAUD Al-Fathonah Segedong disusun secara berjenjang dalam bentuk :
1.    SKS (satuan kegiatan semester)
2.    SKB (satuan kegiatan bulanan)
3.    SKP (satuan kegiatan pekanan)
4.    SKH (satuan kegiatan harian) untuk SKH diperlukan usaha :
a.    Merancang skenario pembelajaran, tata letak, ruang, alat dan sebagainya.
b.    Memilih metode yang cocok (dianjurkan sekali skenario pemebelajaran 2 hingga 3 metode)
c.    Memanfaatkan alam sekitar sebagai sarana pembelajaran.


G.    Penilaian
1.    Tujuan penilaian mendapatkan perkembangan anak didik secara rutin, berkala dan berkesinambungan serta menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan serta perkembangan anak didik.
2.    Prinsip penilaian
a.    Untuk mengetahui baik proses maupun hasil semua aspek perkembangan anak.
b.    Berkesinambungan
c.    Objektif dengan memperhatikan perbedaan individu.
d.    Memperhatikan segi-segi pendidikan yang membuat rasa puas dan rasa bersyukur sehingga anak bahagia.
e.    Hasil yang dicapai harus bermakna
3.    Cara penilaian
a.    Mengamati / observasi
b.    Mencatat (anekdot record)
c.    Mengumpulkan hasil kerja anak / tingkah laku sehari-hari (portofolio)
4.    Pelaporan
Pelaporan hasil perkembangan anak dilakukan per-semester atau sewaktu-waktu bila ada masalah serius.
5.    Tindak lanjut
Hasil penilaian digunakan untuk perbaikan dan pengayaan anak didik.
Selain hal tersebut diatas orang tua / pengasuh dan penentu kebijakan dapat merancang perbaikan metode mengasuh anak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan.


H.    Aspek Perkembangan Kemampuan Dasar dan Kompetensi Yang Ingin Dicapai
1.    Perkembangan Aqidah ditujukan untuk :
-    Mengenal dan percaya kepada Allah SWT.
-    Mengenal Nabi Muhammad SAW melalui cerita / qishash dalam Al-Qur'an dan hadist.
-    Mengenal malaikat dan tugas-tugasnya.
-    Mengenal Al-Qur'an sebagai kitab suci firman Allah SWT.
-    Percaya adanya kehidupan akhirat (hidup sesudah mati)
-    Mengucapkan 2 kalimat syahadat.
-    Mampu mengucapkan kalimat thayyibah.
-    Mengenal nama-nama shalat fardhu.
-    Mengetahui jumlah rakaat shalat fardhu.
-    Senang dan ikhlas mengikuti shalat berjamaah.
-    Melatih diri khusyu' dalam shalat.
-    Mengenal kegiatan shaum bulan Ramadhan.
-    Mengenal hari besar Islam.
-    Bisa berwudhu sebelum shalat den menjaga kebersihan.
-    Bisa bersyukur kepada Allah SWT
2.    Perkembangan Ibadah
-    Bisa mengucapkan do'a untuk kedua orang tua.
-    Bisa berdo'a sebelum makan dan berdo'a setelah makan.
-    Bisa berdo'a sebelum tidur dan bangun tidur.
-    Bisa mengucapkan do'a keluar rumah
-    Bisa mengucapkan do'a kebaikan dunia akhirat.
-    Bisa berdo'a sebelum belajar dan sesudah belajar.
-    Bisa mengucapkan istighfar ketika bersalah.
-    Bisa berinfak dan bersedekah.
-    Bisa mengenl huruf hijaiyah.
-    Bisa mengucapkan huruf hijaiyah dengan fasih dan benar.
-    Bisa mengucapkan dengan fasih dan hafal surah Al-Fatihah
-    Bisa mengucapkan surah Al-Ikhlas
-    Bisa mengucapkan surah Al-Falaq
-    Bisa mengucapkan surah An-Nas
-    Bisa mengucapkan dengan fasih dan hafal surah Al-Ashr
3.    Perkembangan Akhlaq Mulia (PAM)
-    Terbiasa dan senang mengucapkan salam.
-    Terbiasa menjawab salam
-    Terbiasa memulai sesuatu kegiatan dengan do'a "Basmallah"
-    Senang meniru kebiasaan / akhlaq Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari
-    Senang dan ikhlas mambagi sesuatu dengan teman dan bersedekah
-    Terbiasa dan senang mengucapkan terima kasih
-    Terbiasa dan senang meminta maaf bila salah
-    Terbiasa dan senang bersikap sopan dan santun
-    Terbiasa dan senang mengikuti tata tertib sekolah
-    Terbiasa dan senang berbicara jujur
-    Terbiasa dan senang berpakaian sesuai anak laki-laki / perempuan
-    Terbiasa dan senang mengungkapkan masalahnya dengan ucapan dari pada bahasa badan
-    Terbiasa dan senang menolong teman yang memerlukan
-    Terbiasa dan senang memberi sedekah / infaq
4.    Perkembangan Berbahasa (PB)
-    Bisa mengenal identitas diri sendiri misalnya nama, agama, alamat tempat tinggal, orang tua dan jenis kelamin.
-    Bisa mendengar dan mengucapkan syair dan lagu
-    Bisa bercerita dengan melihat gambar
-    Bisa menyebut sebanyak-banyaknya nama benda disekitarnya
-    Bisa menyebut manfaat benda-benda tersebut
-    Bisa menyebut benda dengan huruf awal vokal
-    Bisa mengucap vokal dengan benar
-    Bisa menjawab pertanyaan
-    Bisa mengikuti perintah sederhana 1 sampai 2 kali sekaligus
-    Bisa mengenal kata posisi
-    Bisa bercerita lancar
-    Bisa memperagakan gerakan sederhana
-    Bisa mendengarkan cerita
-    Bisa menjawab pertanyaan dengan pola SPO
5.    Perkembangan Kognitif / Pesona Pikir (PP) berhitung dan IPA
-    Bisa menyebut urutan bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa mengenal lambang bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa mengenal konsep bilangan 1 sampai dengan 5
-    Bisa menyebut 3 warna dasar
-    Bisa menyebut nama hari dan bulan
-    Bisa menyebut waktu / keadaan : pagi, siang, sore, malam
-    Bisa menyusun puzzle
-    Bisa mencari jejak
-    Bisa mengenal perbedaan-perbedaan benda
-    Bisa memasangkan benda sesuai pasangannya
-    Bisa mengenal nama tumbuhan
-    Bisa mengenal nama hewan
-    Bisa mengenal ukuran : besar, kecil, tinggi, pendek
-    Bisa mengenal bentuk geografis
-    Bisa mengamati air mendidih
-    Bisa mencampur gula dan air teh / membuat teh manis
-    Bisa membuat kopi
-    Bisa mengamati proses air membeku bila didinginkan
-    Bisa mengamati es mencair bila dipanaskan
-    Bisa bermain dengan magnet positif dan negatif
-    Bisa mengamati proses menanam biji (tumbuh-tumbuhan)
-    Bisa mencampur warna dasar : merah, kuning, biru
6.    Perkembangan Keterampilan Mandiri (PKM)
-    Bisa mandi sendiri, menggunakan sabun dan shampo
-    Bisa memakai baju dalam, membua dan memakai pakaian
-    Bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok dan garpu
-    Bisa minum sendiri dengan tidak tercekik
-    Bisa menggunakan pisau dan gunting (bagi yang sudah mampu)
-    Bisa menyikat gigi sendiri
-    Bisa menyisir rambut sendiri
-    Bisa buang air besar dan buang air kecil sendiri
-    Bisa membantu menyapu
-    Bisa membantu menata dan merapikan meja makan
-    Bisa membantu merapikan tempat tidur
-    Bisa membantu membersihkan alat rumah tangga
-    Bisa membantu mencuci piring
-    Bisa membantu menyusun dan merapikan alat shalat
-    Bisa menggunakan telepon (bila ada)
-    Bisa bermain telepon (dengan kaleng bekas dan benang)
7.    Perkembangan Keterampilan Diri (PKD)
-    Bisa menarik garis datar, miring, lurus
-    Bisa meronce
-    Bisa membentuk bangunan dengan balok-balok
-    Bisa bertepuk tangan dengan bermacam pola
-    Bisa membentuk dengan tanah liat / plastik
-    Bisa memasang kancing baju sendiri
-    Bisa memakai sepatu sendiri
-    Bisa menggunting menurut pola
-    Bisa menarik garis horizontal, diagonal, vertikal
-    Bisa mengisi pola (kolase)
-    Bisa mencap
-    Bisa melipat / memakai baju sendiri
-    Bisa mengisi dan menuang benda cair kedalam wadah
-    Bisa bongkar pasang alat permainan
8.    Perkembangan Seni (PS)
-    Bisa mengikuti bernyanyi
-    Bisa menari sesuai irama musik
-    Bisa bertepuk sesuai irama
-    Bisa menyanyikan lagu anak-anak baik umum maupun khusus
-    Bisa mewarnai gambar
-    Bisa memadukan warna gambar / baju
-    Bisa menyenangi musik / lagu
-    Bisa mengucapkan syair 4 kalimat
-    Bisa mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT
-    Bisa mensyukuri keindahaan alam
9.    Perkembangan Jasmani (PJ)
-    Bisa merangkak dengan berbagai variasi
-    Bisa merayap dengan berbagai variasi
-    Bisa berjalan lurus dan mundur berbagai variasi
-    Bisa berlari variasi
-    Bisa meloncat bervariasi
-    Bisa menaiki dan menuruni tangga
-    Bisa menaiki papan titian
-    Bisa menggerakkan kepala, kaki dan tangan sesuai irama musik
-    Bisa senam sesuai contoh guru
-    Bisa melompat dengan kaki / jongkok
-    Bisa melempar dan menangkap bola
-    Bisa menendang bola
-    Bisa meniru gerak binatang, tumbuhan dan lain-lain
10.    Perkembangan Emosional dan Sosial (PES)
-    Bisa mengenal perasaan sendiri, tertawa, tersenyum, marah, sedih
-    Bisa terlatih bertanggungjawab, memimpin 2 sampai dengan 5 teman
-    Bisa membedakan milik sendiri dan orang lain
-    Bisa sabar menunggu giliran antri
-    Bisa bekerja sama dengan guru, teman dan orang lain
-    Bisa menahan tangis
-    Bisa saling membagi dengan teman
-    Bisa menolong teman yang membutuhkan
-    Bisa merasa senang dengan kelebihan orang lain jika teman berhasil
-    Bisa bersyukur jika diri sendiri berhasil
-    Bisa menunjukkan kasih sayang kepada ibu bapak
-    Bisa menunjukkan kepada saudara / teman
-    Bisa berterima kasih